Bisakah mendirikan PT tanpa notaris? Jawabannya: tergantung pada jenis PT-nya. Banyak orang mencari informasi melalui internet karena ingin menghemat biaya dan memang ada satu jalur legal yang memungkinkan hal tersebut, yaitu PT perorangan.
Namun, untuk PT biasa dengan dua pendiri atau lebih, notaris tetap wajib secara hukum tanpa terkecuali. Masalahnya, banyak pelaku usaha yang tidak memahami perbedaan keduanya, sehingga salah memilih mendirikan PT perorangan, padahal kebutuhan bisnisnya sebenarnya hanya membutuhkan PT biasa atau sebaliknya.
Sebaliknya, tidak jarang pula pelaku usaha mengurus PT biasa yang lebih mahal, padahal skala usahanya sebenarnya masih cukup dilayani oleh PT Perorangan. Kali ini Creya akan membahas bagaimana perbedaan keduanya secara lengkap dan cara mendaftar masing-masing, serta kapan tiap jenis PT ini cocok digunakan.
PT Perorangan, Jalur Tanpa Notaris yang Sah Secara Hukum
Sejak berlakunya PP Nomor 8 Tahun 2021 sebagai turunan UU Cipta Kerja, ada jenis PT baru bernama PT Perorangan. Berbeda dengan PT biasa, PT perorangan hanya membutuhkan satu pendiri saja, tidak memerlukan akta notaris, dan bisa didaftarkan secara mandiri melalui portal AHU online. Meski prosesnya jauh lebih sederhana, status hukumnya tetap sah sebagai badan hukum penuh, setara dengan PT biasa dari sisi perlindungan hukum bagi pemiliknya.
Syarat untuk mendirikan PT perorangan meliputi: berstatus WNI, hanya satu pendiri yang sekaligus menjabat sebagai direktur, dan tergolong dalam klasifikasi usaha mikro dengan omzet maksimal Rp2 miliar per tahun atau usaha kecil dengan omzet maksimal Rp5 miliar per tahun. PT Perorangan juga tidak bisa menerbitkan saham dan tidak memiliki struktur komisaris.
Jika bisnis berkembang melewati batasan ini, pemilik wajib melakukan konversi ke PT biasa dalam waktu paling lambat 6 bulan.
Langkah pendaftaran melalui AHU Online cukup mudah:
- Buat akun di ahu.go.id
- Pilih menu “Perseroan Perorangan”
- Isi formulir pernyataan pendirian — nama PT, alamat, KBLI, modal
- Upload KTP dan NPWP pribadi
- Bayar PNBP (sekitar Rp 50.000)
- Sertifikat pernyataan pendirian terbit secara elektronik
Total proses: 1-3 hari kerja, bahkan bisa selesai dalam hitungan jam jika data yang diinput sudah lengkap dan valid sejak awal. Tidak perlu mengunjungi notaris dan memiliki SK Kemenkumham (digantikan dengan sertifikat pernyataan pendirian) yang berfungsi sebagai bukti legalitas.
Dari sisi biaya, PT perorangan sangat terjangkau, hanya PNBP sekitar Rp50.000 tanpa memerlukan biaya notaris sama sekali. Meski begitu, pemilik tetap perlu mengurus NPWP perusahaan dan NIB secara terpisah, meski keduanya gratis dan bisa dilakukan secara mandiri melalui sistem yang sudah terintegrasi.
PT Biasa — Kenapa Notaris Tetap Wajib?
Untuk PT biasa atau Persekutuan Modal, keberadaan notaris bukan sekadar opsi, melainkan syarat hukum yang diatur secara tegas dalam UU Nomor 40 Tahun 2007 Pasal 7. Akta pendirian PT wajib dibuat dalam bentuk akta notaris yang memuat anggaran dasar perusahaan dan susunan pemegang saham minimal dua orang.
Struktur kepengurusan lengkap dengan direktur dan komisaris, modal dasar, dan modal disetor, serta maksud dan tujuan usaha yang tercantum pada KBLI. Tanpa akta notaris, Kemenkumham tidak akan menerbitkan SK Pengesahan Badan Hukum. Tanpa SK ini, PT dianggap tidak sah secara hukum, yang berarti tidak bisa mendaftar di sistem OSS, tidak bisa menerbitkan NIB, dan tidak dapat beroperasi secara legal sama sekali.
Biaya notaris untuk akta pendirian PT biasanya berkisar antara Rp2,5 juta hingga Rp5 juta, tergantung lokasi dan kompleksitas struktur perusahaan. Ditambah biaya PNBP Kemenkumham sekitar Rp1 hingga Rp2 juta.
Total biaya pendirian PT biasa jika diurus sendiri berkisar Rp3,5 hingga Rp7 juta, tergantung tarif notaris dan jumlah revisi yang terjadi selama proses. Melalui jasa profesional seperti Creya, biaya bisa lebih efisien karena seluruh komponen sudah dikemas dalam satu paket.
Untuk keseluruhan prosesnya, serahkan pendirian PT Anda kepada profesional dari Creya! yang akan membantu segala kebutuhan pembuatan PT dari awal hingga selesai.
PT Perorangan vs PT Biasa — Mana yang Cocok untuk Anda?
Tabel perbandingan lengkap:
| Aspek | PT Perorangan | PT Biasa |
| Pendiri | 1 orang | Minimal 2 orang |
| Notaris | Tidak perlu | Wajib |
| Biaya pendirian | ~Rp 50.000 | Rp 3,5-7 juta |
| Saham | Tidak bisa terbitkan | Bisa terbitkan |
| Investor | Tidak bisa terima investasi equity | Bisa |
| Omzet maksimal | Rp 5 miliar/tahun | Tidak ada batasan |
| Komisaris | Tidak ada | Wajib ada |
| Skalabilitas | Terbatas | Tidak terbatas |
| Cocok untuk | Usaha mikro/kecil, freelancer | Bisnis yang mau scaling, tender, fundraising |
Jika Anda merupakan seorang freelancer atau memiliki usaha kecil tanpa rencana fundraising, tender, atau kerja sama B2B dengan skala besar, PT perorangan sudah sangat cukup dan biayanya juga jauh lebih hemat. Namun, apabila Anda akan berencana melakukan scaling, membutuhkan investor, mengikuti tender pemerintah atau korporat, serta memiliki co-founder, sebaiknya langsung saja memilih opsi PT biasa sejak awal.
Mengganti dari PT Perorangan ke PT biasa memang bisa dilakukan secara belakangan, tetapi prosesnya akan memakan waktu dan biaya tambahan yang tidak sedikit. Konversi ini perlu dilakukan jika omzet melewati Rp5 miliar per tahun, jika Anda ingin menambah pemegang saham seperti investor baru, atau juga jika bisnis membutuhkan struktur komisaris untuk tata kelola yang lebih baik.
Prosedur lengkap mendirikan PT bisa dibaca dan dipelajari secara detail untuk memutuskan memilih jalur PT biasa pada artikel terlampir.
Butuh PT Biasa Tapi Tidak Mau Ribet?
Apabila setelah membaca artikel ini Anda merasa apa saja kebutuhan bisnis yang diperlukan dan lebih cocok dengan PT biasa, proses pengurusannya tidak perlu rumit atau memakan waktu lama hingga berminggu-minggu. Untuk saat ini, tersedia layanan pembuatan PT online yang ditawarkan oleh Creya yang akan mengurus semua kebutuhan dari A sampai Z: cek nama, akta notaris, SK Kemenkumham, NPWP, hingga NIB.
Anda hanya perlu menyiapkan data yang dibutuhkan, sisanya akan diurus sepenuhnya oleh tim profesional dari Creya dengan proses yang cepat, dalam waktu 3 hingga 5 hari kerja saja, semua kebutuhan bisa diselesaikan.