Dalam mendirikan PT, misinya adalah menjadikan bisnis tersebut bisa melangkah maju. Namun, apabila terdapat kesalahan pada langkah awal, prosesnya bisa menghambat dan memakan biaya yang lebih mahal, membuat frustasi pemilik bisnis. Kesalahan ini sering kali dilakukan oleh banyak founder yang sebenarnya bisa dihindari apabila sudah mengetahuinya sejak awal.
Sebagian besar kesalahan ini bukan karena ketidaktahuan yang rumit, melainkan hal-hal kecil sederhana yang sering luput dari pandangan karena terburu-buru ingin cepat menyelesaikan proses tersebut. Satu kesalahan kecil saja bisa membuat proses yang seharusnya cepat selesai menjadi lama dan menjadi telat hingga berminggu-minggu.
Pada pembahasan kali ini akan dijelaskan apa saja kesalahan-kesalahan fatal yang sering terjadi saat mendirikan PT dan cara menghindarinya.
Kenapa Banyak Pemula Gagal di Proses Pendirian PT?
Dalam mendirikan PT, ada beberapa proses tahapan yang perlu dilakukan dan saling berkaitan, mulai dari notaris sebagai pembuat akta, Kemenkumham untuk mengesahkan badan hukum, sistem OSS untuk penerbitan NIB, hingga kantor pajak dalam pengurusan NPWP perusahaan. Setiap tahapan tersebut memiliki syarat dokumen masing-masing yang harus dilengkapi dan saling bergantung.
Apabila terdapat kesalahan kecil saja sejak awal, akan menimbulkan efek domino seperti dokumen ditolak, prosesnya harus dimulai dari awal, dan biaya akan terus membengkak. Bahkan, kesalahan kecil seperti alamat domisili yang tidak sesuai zonasi bisa menghentikan seluruh proses di tengah jalan. Karena itu, perhatikan setiap detail kecil sejak awal agar proses pengurusannya berjalan dengan lancar.
Kesalahan Fatal yang Harus Dihindari Saat Mendirikan PT
Berikut ini ada tujuh kesalahan yang sering terjadi, lengkap dengan dampak dan bagaimana cara menghindarinya.
1. Hanya Menyiapkan Satu Nama PT
Nama PT harus unik dan pastikan belum pernah terdaftar di sistem Administrasi Hukum Umum (AHU) milik Kemenkumham. Apabila nama yang telah diajukan ditolak dan founder hanya mempersiapkan satu opsi nama, seluruh proses pengecekan harus dimulai dari awal, termasuk membayar lagi biaya PNBP untuk mengajukan nama yang tidak dapat dikembalikan meski permohonan ditolak.
Pada kasus seperti ini, founder bisa mempersiapkan minimal tiga nama sejak awal proses agar tidak perlu terhenti dan membayar biaya tambahan hanya karena nama pada opsi pertama tidak tersedia.
2. NPWP Pribadi Belum Aktif atau Tidak Valid
Setiap pendiri dan pengurus perlu memiliki NPWP yang wajib berstatus aktif sebelum melakukan proses pendirian. NPWP yang tidak aktif dapat menghambat seluruh rangkaian proses, mulai dari pembuatan akta hingga penerbitan NIB di sistem OSS.
Pastikan sejak awal dilakukan pengecekan status NPWP kepada seluruh pendiri dan pastikan semuanya berstatus aktif sebelum melakukan pertemuan dengan notaris.
3. Salah Memilih Klasifikasi Usaha (KBLI)
Kode Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) akan menentukan izin usaha apa saja yang bisa diajukan oleh perusahaan ke depannya. Jika terdapat kesalahan pada KBLI, akan mengakibatkan izin usaha yang tidak sesuai dengan kegiatan bisnis, dan harus dilakukan perubahan akta yang mengakibatkan munculnya biaya tambahan dan waktu tambahan yang harus tersita.
Lakukan riset KBLI terlebih dahulu secara relevan dan rencanakan bisnis secara menyeluruh. Setelah itu, daftar semuanya sekaligus pada tahap awal, termasuk melakukan pertimbangan terhadap potensi pengembangan lini usaha dalam beberapa tahun ke depan.
4. Menggunakan Alamat Domisili di Zona Hunian
Tidak semua alamat bisa dijadikan sebagai domisili PT. Alamat yang berada di dalam zona hunian, seperti kompleks perumahan atau apartemen, berpotensi ditolak karena tidak sesuai dengan ketentuan tata ruang wilayah setempat, sehingga proses pendiriannya tidak bisa diteruskan ke tahap pengesahan.
Anda bisa menggunakan alamat yang berada di zona komersial atau perkantoran, atau bisa juga memanfaatkan layanan virtual office yang sudah memenuhi ketentuan zonasi sejak awal.
5. Tidak Memahami Perbedaan PT Biasa dan PT Perorangan
PT perorangan memiliki biaya yang lebih murah dalam menawarkan proses pendirian dan lebih sederhana, tetapi memiliki beberapa batasan, seperti hanya bisa didirikan oleh satu orang dan omzetnya maksimal Rp5 miliar per tahun. Banyak pelaku usaha yang memilih skema ini tanpa memahami apa saja batasannya secara menyeluruh. Karena itu, mereka harus melakukan konversi ke PT biasa di masa depan saat bisnis yang dimiliki sudah mulai berkembang dan membutuhkan lebih dari satu pemegang saham.
Untuk itu, pahami terlebih dahulu kebutuhan bisnis jangka panjang sebelum menentukan skema PT yang paling sesuai, terutama jika ada rencana menggandeng mitra atau investor.
6. Tidak Menyetor Modal Disetor Sesuai Akta
Modal yang wajib disetor minimal 25% dari modal dasar yang telah dicantumkan dalam akta, dan harus benar-benar disetorkan ke rekening resmi perusahaan. Banyak pelaku usaha yang mencatatkannya sebagai formalitas saja dalam akta tanpa benar-benar menyetorkannya. Padahal hal ini penting dan berpotensi menimbulkan masalah hukum sewaktu-waktu, terutama jika suatu saat diperlukan pembuktian atas kondisi keuangan perusahaan.
Dalam mengatasi hal seperti ini, pastikan modal yang dicantumkan dalam akta benar-benar telah disetorkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan simpan bukti tersebut sebagai dokumentasi resmi perusahaan.
7. Mengurus Semua Sendiri Tanpa Pengalaman
Mengurus PT sendiri mungkin akan menghemat biaya, tetapi apabila sedari awal belum memahami bagaimana alur birokrasi, risikonya cukup besar, seperti dokumen ditolak, proses harus diulang, dan memakan banyak waktu yang terbuang. Bukan berarti Anda harus menggunakan jasa profesional, tetapi pastikan Anda sudah benar-benar memahami prosedur yang harus dilakukan terlebih dahulu sebelum melakukan proses pengurusan keseluruhannya secara mandiri.
Prosedur lengkap mendirikan PT bisa dipelajari lebih detail agar tidak terlewat tahapan-tahapan yang harus dilakukan mulai dari persiapan dokumen hingga penerbitan NIB.
Cara Menghindari Semua Kesalahan di Atas
Pada dasarnya, kunci utama untuk menghindari tujuh kesalahan di atas adalah dengan mempersiapkan secara matang sejak awal.
Sebelum menjadwalkan pertemuan dengan notaris, pastikan seluruh dokumen yang diperlukan dan keputusan penting, mulai dari nama, struktur organisasi, hingga alamat domisili, sudah lengkap dan diperiksa dengan teliti untuk memastikan tidak ada kesalahan. Tips lainnya bisa disimak pada pembahasan tips mendirikan PT agar tidak salah langkah pada artikel terlampir.
Pahami Prosedurnya, Hindari Kesalahannya
Menghindari kesalahan yang seharusnya bisa dihindari akan membuat proses pendirian PT menjadi lebih lancar dan efisien, sekaligus dapat menghemat waktu dan biaya yang dikeluarkan. Namun, apabila proses ini terkesan terlalu rumit untuk diurus sendiri, Anda bisa mempertimbangkan untuk menyerahkan seluruh proses kepada layanan jasa profesional yang sudah berpengalaman dalam menangani setiap tahapannya, mulai dari pengecekan nama hingga penerbitan NIB.
Seluruh kebutuhan seputar pendirian PT profesional Anda bisa diserahkan kepada Creya agar seluruh prosesnya berjalan lebih lancar dan sesuai prosedur, tanpa menghadapi risiko seperti penolakan dokumen atau proses berulang yang akan membuang waktu dan biaya.