Beranda/ Blog/ Tips/ Cara Buat PT untuk Startup: Langkah Teknis dari…
Tips

Cara Buat PT untuk Startup: Langkah Teknis dari Nol hingga Siap Fundraising

Sudah yakin startup Anda harus berbentuk PT? Sekarang, pertanyaan: bagaimana caranya? Proses pendirian PT untuk startup pada dasarnya sama dengan PT biasa, tetapi ada beberapa keputusan krusial yang khusus berlaku untuk konteks startup dan tidak selalu relevan dengan bisnis konvensional.

Mulai dari pembagian saham antara co-founder, pemilihan KBLI yang tepat untuk perusahaan teknologi, hingga persiapan struktur legal yang sudah investor-ready sejak awal. Melewatkan salah satu keputusan ini bisa berdampak pada restrukturisasi yang merepotkan di kemudian hari, terutama pada saat startup memasuki fase fundraising. Artikel ini akan membahas bagaimana langkah teknisnya secara lengkap, dari nol hingga fase siap untuk bertemu dengan investor.

Persiapan Khusus Startup Sebelum Mendirikan PT

Berbeda dengan bisnis konvensional, startup perlu mempersiapkan beberapa hal tambahan sebelum bertemu dengan notaris: 

  1. Kesepakatan co-founder mengenai pembagian saham, termasuk siapa saja yang berkontribusi dan berapa porsi yang layak didapatkan dari masing-masing individu. 
  2.  Mempertimbangkan vesting schedule, yaitu mekanisme kepemilikan saham yang diperoleh secara bertahap seiring waktu, bukan langsung utuh sejak awal, ini penting sebagai cara untuk melindungi startup jika sewaktu-waktu co-founder keluar di tengah jalan sebelum berkontribusi secara penuh. 
  3. Tentukan KBLI yang sesuai dengan industri teknologi sejak awal. 
  4. Pikirkan apakah ada rencana ke depannya untuk menggaet investor dalam waktu dekat, karena hal ini akan memengaruhi struktur pembagian saham yang disusun. 

Semua harus clear sebelum bertemu dengan notaris karena akan tercatat permanen dalam akta pendirian dan sulit diubah kembali tanpa melalui proses restrukturisasi yang memakan waktu dan biaya.

Langkah-Langkah Mendirikan PT untuk Startup

Secara garis besar, berikut tahapan yang perlu dilalui untuk mendirikan PT bagi startup mulai dari penentuan co-founder hingga PT resmi berdiri sebagai badan hukum.

1. Tentukan Co-Founder dan Pembagian Saham

PT setidaknya membutuhkan dua orang pendiri. Tentukan sejak awal siapa yang akan menjabat sebagai Direktur dan siapa yang menjadi Komisaris. Buatlah kesepakatan pembagian saham secara jelas di antara para co-founder, karena struktur ini akan tercatat secara permanen dalam akta pendirian dan menjadi dasar kepemilikan perusahaan ke depannya.

Pertimbangkan juga memberikan porsi saham untuk investor yang mungkin akan masuk pada putaran pendanaan berikutnya, agar tidak perlu melakukan restrukturisasi saham secara mendadak nanti begitu ada tawaran investasi.

2. Pilih Nama PT dan Cek Ketersediaan di AHU

Persiapkan tiga nama opsi PT sebagai alternatif cadangan. Cek ketersediaannya melalui portal Administrasi Hukum Umum (AHU) milik Kemenkumham. Nama yang sudah disetujui berlaku selama 60 hari, dan harus segera digunakan pada proses pendirian sebelum masa berlakunya habis. Format penulisannya mengikuti pola “PT [Nama Perusahaan]”.

3. Tentukan KBLI yang Tepat untuk Tech Startup

Kode Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) menentukan jenis izin usaha yang bisa diajukan perusahaan. Untuk startup yang berbasis teknologi, pilih KBLI yang mencakup aktivitas digital, seperti pengembangan software atau platform, sesuai dengan model bisnis yang dijalankan.

Daftarkan semua KBLI yang relevan sekaligus di tahap awal, karena menambahkannya secara belakangan memerlukan perubahan akta yang akan memakan biaya dan waktu tambahan.

4. Siapkan Alamat Domisili Usaha

Terdapat banyak perusahaan startup yang tidak memiliki kantor fisik pada tahap awal pengembangan. Sebagai solusinya, bisa menyewa virtual office yang lokasinya berada di zona komersial. Alamat ini akan menjadi domisili legal PT dan digunakan untuk pencatatan pada seluruh dokumen perizinan, mulai dari akta hingga NIB.

5. Proses Notaris, SK Kemenkumham, dan NIB

Bawa seluruh kelengkapan dokumen yang sudah dipersiapkan ke notaris untuk pembuatan akta pendirian. Setelah itu, ajukan pengesahan melalui Sistem Administrasi Badan Hukum (SABH) hingga diterbitkan SK badan hukum dari Kemenkumham yang menandai PT telah resmi berdiri sebagai sebuah entitas yang terpisah. Proses selanjutnya, daftarkan NPWP perusahaan dan ajukan NIB melalui sistem OSS sebagai identitas usaha untuk keperluan perizinan lanjutan.

Total, semua proses ini akan memakan waktu antara 7 hingga 30 hari kerja, tergantung pada cara pendirian dan kelengkapan dokumen yang telah dipersiapkan sejak awal.

6. Setup Rekening Bank Perusahaan

Langkah terakhir yang perlu Anda lakukan adalah membuka rekening bank atas nama PT dengan membawa akta pendirian, SK Kemenkumham, NPWP, NIB, dan KTP seluruh direksi yang tergabung dalam satu perusahaan. Rekening ini nantinya akan digunakan untuk menyetorkan modal yang disetor sesuai dengan yang tercantum dalam akta.

Checklist Legalitas Startup Setelah PT Berdiri

PT yang telah berdiri bukan berarti telah menyelesaikan prosesnya. Ada beberapa checklist tambahan yang perlu dipersiapkan sebelum melakukan tahap fundraising: Shareholders Agreement (SHA) yang mengatur hak dan kewajiban setiap pemegang saham, dokumen IP assignment yang memindahkan hak kekayaan intelektual dari founder ke PT, serta kerangka ESOP untuk menarik dan mempertahankan talenta tim.

Ketiga hal ini sering sekali luput dari pandangan para founder pemula, padahal semua hal ini merupakan hal pertama yang diminta oleh investor pada saat proses due diligence berlangsung. Pembahasan lebih lengkapnya soal persiapan PT untuk proses fundraising bisa disimak secara lengkap pada artikel tertera

Dokumen Apa Saja yang Harus Siap Sebelum Ketemu Investor?

Sebelum melakukan pitching, beberapa dokumen ini wajib sudah dipersiapkan secara rapi, di antaranya akta pendirian, SK Kemenkumham, NPWP, NIB, shareholders agreement, cap table yang mencatat struktur kepemilikan saham secara detail dan akurat, serta dokumen IP Assignment.

Seluruh dokumen ini sudah harus siap direview oleh investor kapan saja, karena kelengkapannya akan sangat memengaruhi proses due diligence dan memperkuat posisi tawar founder saat bernegosiasi. Checklist legalitas sebelum funding yang lebih lengkap bisa dipelajari lebih lanjut agar tidak ada yang terlewat.

Mau Proses Lebih Cepat dan Terima Beres?

Banyak founder lebih memilih menyerahkan segala proses pengurusan mereka kepada lembaga profesional agar bisa tetap fokus pada pengembangan produk dan pertumbuhan bisnis mereka tanpa terganggu oleh segala urusan administrasi yang merepotkan. Jasa pembuatan PT khusus startup dari Creya dapat membantu Anda menyelesaikan seluruh prosesnya secara cepat dan praktis.

Dirikan PT Startup Anda Sekarang

Fondasi legal yang sudah tersusun dengan rapi sejak awal akan memudahkan proses fundraising startup untuk segala urusan ke depannya. Jasa pendirian PT dari Creya selalu siap untuk membantu founder dalam mempersiapkan seluruh kebutuhan legalitas startup Anda dari awal hingga investor-ready. Tidak perlu lagi mengurus sendiri, semua kebutuhan akan dibantu oleh Creya.

 

© Creya Coworking Space 2026
Chat Sekarang