Beranda/ Blog/ Edukatif/ Mau Bikin PT? Siapkan 7 Hal Ini Dulu…
Edukatif

Mau Bikin PT? Siapkan 7 Hal Ini Dulu Sebelum ke Notaris

Sudah siap untuk mendirikan PT, namun masih bingung harus memulai dari mana? Kondisi ini sering dialami oleh pelaku usaha yang baru memulai langkah awalnya dalam dunia bisnis. Tidak sedikit yang langsung menghubungi notaris tanpa persiapan matang, sehingga prosesnya jadi bolak-balik, biaya membengkak, bahkan dokumen ditolak karena data yang dikumpulkan belum lengkap.

Hal ini terjadi karena mendirikan PT melibatkan banyak dokumen dan ketentuan teknis yang mungkin belum familiar, terutama bagi yang baru pertama kali mengurusnya. Tanpa gambaran yang jelas soal apa saja yang perlu disiapkan, notaris pun akan kesulitan memproses akta karena data dari calon pendiri belum lengkap.

Masalah seperti ini sebenarnya bisa dihindari dengan persiapan yang matang sejak awal. Melalui artikel ini, kami sajikan checklist yang perlu disiapkan sebelum mendirikan PT agar prosesnya lebih efisien, terarah, dan bebas dari biaya tambahan yang sebenarnya bisa dicegah.

Kenapa Persiapan Sebelum Mendirikan PT Itu Penting?

Proses pendirian PT akan melibatkan banyak pihak seperti notaris untuk pembuatan akta, Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) untuk memproses pengesahan badan hukum, sistem OSS untuk menerbitkan Nomor Induk Berusaha (NIB), dan kantor pajak untuk urusan NPWP perusahaan.

Apabila dokumen dan data tidak dipersiapkan secara lengkap sejak awal, prosesnya mungkin akan tersendat dan harus menunggu dalam waktu yang lama bahkan hingga berminggu-minggu. Seperti contoh, pendirian PT tidak bisa difinalisasi secara notariil apabila struktur kepengurusan belum ditentukan dari awal. Selain itu, pengajuan NIB pada sistem OSS juga tidak bisa diproses tanpa alamat domisili yang sudah memenuhi ketentuan zonasi.

Karena hal tersebut, mempersiapkan segala hal secara matang, bukan hanya sekadar formalitas saja, merupakan cara strategis yang bisa dilakukan pebisnis dalam menghemat waktu sekaligus biaya dalam keseluruhan proses pendirian. Semakin lengkap dokumen yang telah dipersiapkan sejak awal pertemuan dengan notaris, semakin sedikit risiko proses tertunda karena harus repot melengkapi data yang masih kurang.

Checklist Dokumen yang Harus Disiapkan Sebelum ke Notaris

Agar tidak ada yang terlewat, berikut ini daftar dokumen yang harus dilengkapi dan hal-hal penting yang sebaiknya sudah dipersiapkan sebelum melakukan penjadwalan pertemuan dengan notaris.

1. KTP dan NPWP Seluruh Pendiri dan Pengurus

Berdasarkan ketentuan Pasal 7 ayat (1) UU Perseroan Terbatas yang telah disesuaikan dengan UU Cipta Kerja, PT (di luar skema PT Perorangan) wajib didirikan minimal oleh dua orang pendiri. Baik pendiri maupun pengurus harus mempersiapkan KTP yang masih berlaku dan NPWP pribadi yang statusnya aktif.

Jika status NPWP yang dimiliki tidak aktif, akan kerap menimbulkan kendala yang luput dari perhatian. Hal-hal seperti ini dapat menghambat proses pembuatan akta maupun pendaftaran ke sistem administrasi badan hukum.

Sebaiknya pastikan status NPWP seluruh pendiri sudah dicek dan diaktifkan terlebih dahulu sebelum menjadwalkan pertemuan dengan notaris. 

2. Siapkan Minimal 3 Opsi Nama PT

Nama sebuah PT syaratnya harus bersifat unik dan belum pernah dipakai atau terdaftar di sistem Administrasi Hukum Umum (AHU) milik Kemenkumham. Untuk mengatasi hal seperti penggunaan nama yang sudah digunakan oleh pihak lain, sebaiknya persiapkan tiga opsi nama alternatif sejak awal.

Langkah tersebut akan mempermudah proses pengecekan dan pengajuan nama dan tidak perlu lagi mengulangnya dari nol jika opsi nama pertama ditolak. Terdapat format penulisan yang perlu mengikuti pola “PT [Nama Perusahaan]” dengan tambahan “Tbk [jika perlu]” apabila perusahaan tersebut berstatus terbuka.

3. Tentukan Struktur Organisasi (Direksi & Komisaris)

Dalam proses pembuatan PT diperlukan struktur kepengurusan yang jelas, minimal terdiri dari satu Direktur dan satu Komisaris, dengan ketentuan kedua posisi tersebut harus diisi oleh individu yang berbeda. Kejelasan struktur ini sebaiknya sudah disepakati sedari awal oleh para pendiri sebelum bertemu dengan notaris.

Jika struktur organisasi sudah jelas, proses pembuatan akta pendirian dapat langsung berjalan tanpa perlu lagi ada penundaan karena adanya posisi yang belum ditentukan.

4. Tentukan Modal Dasar dan Modal Disetor

Sejak berlakunya UU Cipta Kerja, ketentuan mengenai minimum modal dasar yang baku sudah tidak berlaku lagi bagi PT. Namun, perlu adanya penentuan secara realistis yang sesuai dengan kebutuhan dan skala bisnis, karena angka tersebut akan dicantumkan langsung dalam akta pendirian.

Perlu diperhatikan juga oleh pelaku usaha bahwa modal yang benar-benar disetorkan minimal sebesar 25% dari total modal dasar yang telah disepakati. Ketentuan ini akan menjadi poin kejelasan yang wajib dipastikan sebelum proses notaris berlangsung.

5. Pilih Klasifikasi Usaha (KBLI) yang Tepat

Kode Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) menjadi acuan yang menentukan jenis izin usaha apa saja yang dapat diajukan perusahaan ke depannya. Karena itu, sebaiknya daftarkan keseluruhan KBLI yang relevan dengan rencana bisnis sekaligus pada tahap-tahap awal.

Menambahkan KBLI yang baru bukan merupakan proses yang sederhana. Hal tersebut membutuhkan perubahan akta, yang artinya diperlukan biaya dan waktu tambahan yang harus dikeluarkan. Pertimbangkan juga potensi pengembangan lini usaha dalam beberapa tahun ke depan saat menentukan KBLI.

6. Siapkan Alamat Domisili Usaha

Salah satu syarat penting dan mutlak yang harus ada dalam pendirian PT adalah alamat domisili usaha yang nantinya akan dicantumkan ke dalam akta pendirian. Perusahaan bisa mencantumkan alamat kantor fisik maupun virtual office, dengan catatan lokasi tersebut berada di zona komersial atau perkantoran sesuai ketentuan tata ruang wilayah setempat, bukan di zona permukiman warga.

Tanpa adanya alamat domisili yang memenuhi ketentuan zonasi ini, proses pendirian PT tidak dapat diteruskan ke tahap pengesahan, sehingga pada poin ini sebaiknya dipastikan lebih dulu sebelum melakukan langkah-langkah setelahnya.

7. Siapkan Surat Pernyataan Domisili atau Kontrak Sewa

Sebagai bukti pendukung alamat domisili, notaris biasanya akan meminta dokumen resmi berupa surat keterangan domisili dari pengelola gedung atau kontrak sewa, termasuk jika alamat yang dicantumkan menggunakan layanan virtual office. Dokumen ini akan menjadi pelengkap yang dapat memperkuat validitas alamat yang dicantumkan dalam akta.

Mempersiapkan dokumen sejak awal akan mempermudah proses verifikasi, baik pada tahap notaris maupun saat pengajuan Nomor Induk Berusaha melalui sistem OSS.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Pemula Saat Mendirikan PT

Selain tujuh poin di atas yang sudah dijelaskan secara detail, ada beberapa kesalahan umum yang bisa membuat proses pendirian PT menjadi terhambat dan lebih lama dari seharusnya. Di antaranya adalah NPWP yang belum diaktifkan, hanya mempersiapkan satu opsi nama PT tanpa menyimpan cadangan alternatif nama lain, kurang cermat dalam memilih KBLI sehingga tidak sesuai dengan rencana bisnis, hingga penggunaan alamat domisili yang berada di zona permukiman.

Kesalahan-kesalahan seperti ini sebenarnya bisa dihindari sejak awal dengan persiapan yang matang dan lebih teliti saat pengecekan dokumen. Pembahasan lebih lengkapnya bisa Anda baca pada artikel kesalahan yang sering dilakukan pelaku bisnis dalam mendirikan PT.

Sudah Siap? Ini Langkah Selanjutnya!

Setelah checklist dokumen dan persiapan di atas sudah lengkap, langkah setelahnya yang perlu dilakukan adalah memahami prosedur pendirian PT secara menyeluruh, mulai dari pembuatan akta hingga penerbitan NIB. Memahami alur prosedur lengkap mendirikan PT step by step dengan baik akan sangat membantu untuk memastikan tidak ada lagi tahap yang terlewat.

Mulai Perjalanan Legalitas Bisnis Anda

Persiapan matang sejak awal adalah fondasi yang penting dalam memulai proses pendirian PT agar berjalan secara lancar. 

Apabila Anda ingin proses penyelesaiannya lebih praktis tanpa perlu repot-repot mengurusnya secara mandiri, ada solusi jasa pendirian PT dari Creya

Setiap kebutuhan, mulai dari pengecekan nama, akta notaris, pengesahan Kemenkumham, hingga NIB dan NPWP badan usaha, semuanya dapat ditangani secara end-to-end. Proses menjadi lebih mudah dan tidak perlu membuang waktu.

 

© Creya Coworking Space 2026
Chat Sekarang